Berandasastera’s Blog

hati yang terpaut cinta dan kebijaksanaane

Judul : OMAR KHAYYAM

Judul asli : OMAR KHAYYAM

Penulis : Harold Lamb

Penerjemah : Tim e-Nusantara

Penerbit : e-NUSANTARA

Cetakan : Pertama, September 2008

Resentator : Azis Fathoni

Tebal : Vii+248 halaman

Kehidupan peribadi seseorang yang penuh liku merupakan hal yang menarik untuk di ulas dan di tuangkan dalam jalinan cerita atau novel. apalagi jika dalam novel ini mengisahkan perjalanan hidup salah seorang tokoh yang termasyhur di dunia yaitu Ommar Khayyam yang terkenal sebagai seorang yang ahli ilmu pasti (matematika), seorang sastrawan (penyair), filusuf sekaligus sufi dan seorang yang ahli astronomi dari Persia (Iran). Novel ini membentangkan tumpukan kisah dengan panorama yang kompleks dalam kisah-kisah perjuangan dan kegigihannya dalam mengarungi kehidupan. Namun siapa sangka di balik kemasyhurannya itu ia menyimpan kisah-kisah yang pilu baik dalam kisah asmara proses pencapaian karya agung yang di kenang sepanjang masa, maupun proses pilu dalam pencarian jati diri.

Novel yang berjudul Omar Khayyam: “hati yang tertawan cinta dan kebijaksanaan” adalah novel yang dijalin oleh Harold Lamb dari beberapa sumber tulisan mengenai karya-karya Omar Khayyam. Namun Perlu dititik beratkan disini, bahwa satu sisi buku ini memang tidak cukup menggambarkan biografi Omar Khayyam secara menyeluruh, tapi hanya satu sisi episode atau sepenggal kehidupannya sebelum ia terjun dalam dunia sufistik. Maka dari itulah buku ini di beri judul Omar Khayyam: Hati Yang Tertawan Cinta dan Kebijaksanaan.

Sebagai sebuah jalinan biografi yang tidak lengkap, dari penulis sepertinya mencoba melukiskan suatu realitas dari sisi lain tentang omar khayyam yang termasyhur di kalangan masyarakat. Pada satu fase kehidupan Omar yang dijalaninya dalam gaya hedonis dan pemuja erotisme seperti juga yang diungkapkan oleh Edward Fitz Gerald seorang penulis Inggris, yang mencoba menyadur karya Omar Khayyam dalam The Rubaiyat Of Omar Khayyam. Omar Khayyam yang dikagumi sebagai penyair besar, filisuf, sufi, ahli astronomi dan ahli matematika termasyhur, dipaparkan Harold Lamb dalam sosok manusia biasa yang tidak lepas dari yang namanya dosa.

Novel ini beranjak dari kegigihan omar sebagai anak mudah yang tekun berfikiran maju dan bebas. Sesudah ayahnya meninggal, Omar dijadikan anak angkat dan tinggal dirumah keluarga barunya bersama Rahim saudara angkatnya. Keduanya mengenyam pendidikan pada tempat yang sama diperguruan tinggi dimasjid kota Naispur,

Selang beberapa tahun kemudian ketika ia pulang dari peperangan, keluarga Rahim memperlakukan Omar sebagai pembawa malapetaka, atas kematian Rahim dalam peperangan. Oleh sebab itulah Omar diusir dari rumah dan ia tidak mampu lagi menahan semua kepedihannya di sepanjang jalan Naisapur, tempat ia pernah bergembira dengan Rahim. Akhirnya ia pun pergi ke seorang guru ternama yaitu guru Ali yang bergelar Cermin Hikmad dengan harapan itulah ia dapat menyibukan dirinya dengan pekerjaan baru agar semua kesedihan itu dapat terhapus dan tergantikan oleh suasana yang baru dengan aktifitasnya belajar ilmu pasti. Ia lalui hari-harinya dengan semangat dan kegigihan hingga terbukti ia lebih menonjol di bandingkan dengan teman-temannya yang lain.

Akhirnya tibahlah saat dimana ia disuruh pergi gurunya ke Naisapur untuk melaksanakan amanah gurunya, karena dirasa semua ilmu yang diberikan kepada Omar telah cukup. Berkat kecerdasannya dan ketangkasannya ia di pekerjakan raja sebagai ahli bintang disebuah observatorium pribadinya pada Sultan Maliksyah, Raja Dinasti Seljuk yang berkuasa di naisapur (sebuah kawasan di Persia). Bahkan ia menjadi orang kesayangan raja. Berkat jabatan itulah ia dapat merengguk kenikmatan asmara kekayaan berlimpah dan jabatan yang bergengsi. Namun seolah kebahagiaan itu terasa sejenak dalam alunan waktu yang terus tumbuh dan kebahagiaan itu tiba-tiba tergantikan oleh keburukan yang menerpa dirinya, satu persatu orang terdekat yang dicintainya, meninggalkan Omar. Rahim, sahabatnya gugur sebagai prajurit dalam sebuah pertempuran dan Yasmi istri yang sangat dicintainya meninggal karena penyakit sampar sebelum mereka bersama-sama. Dalam kesuksesanya sebagai ilmuan tidaklah bertahan lama dan rapuh seiring waktu, setelah Sultan Maliksyah meninggal. Sultan penggantinya, sultan Sanjar dan para pengikutya serta kaum islam Ortodok tidak meyukainya karena Omar dianggap melanggar aturan-aturan islam, lebih mendukung ajaran kafir dan dikatakan sesat. Karena itulah majelis kesultanan membakar menara Observatorium dan penemuan-penemuanya. Ia bahkan diusir dari kerajaan Naisapur selamaya.

Begitulah realitas kehidupan Omar Khayyam yang digambarkan Harold Lamb lewat sentuhan kepiawaiannya hingga menciptakan alur yang sulit ditebak dan mengejutkan pembaca dan disertai penuturan yang di bumbui kisah asmara hingga menjadikan novel ini begitu unik. Mungkin karena keterbatasan sumber atau referensi dari penulis, tetapi yang jelas, novel ini diharapkan dapat membentuk pahatan secarah utuh tentang sosok Omar Khayyam. Seorang yang melewati fase-fase kehidupan hedonis, dengan segala rintangan dan liku-liku kehidupan yang mengantarkanya dalam fase kehidupan akhir sebagai seorang sufi.

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: